BOOK REVIEWS

The Mysterious Benedict Society and the Perilous Journey Reviews

UPDATE TIME: 2019-05-27 
Review Score: 4 out of 5 star From 1 user ratings
ISBN:0316057800
LANGUAGE:English

" I don't think the Mysterious Benedict Society will ever dissapoint me. " said.

" This book was a page turner full of adventure, fantasy, and riddles!See video review here: https://www.youtube.com/watch?v=uOyQg... " said.

" It's not a bad book at any means, with many exciting adventures, clever puzzles, and lovable characters, but I think what it didn't make worthwhile re-reading for me is the way the author describes things TOO much. The author's slow and steady writing style doesn't compliment the action-packed plot. " said.

"I loved it! I'm so glad that I found this in my stack of library books! I had been really indecisive about what to read next.
The story was very interesting and kept me hooked the whole time! It seemed a little slow towards the end, but I think that was just because I've had almost no time to read the past few days.
I just have to say how much I love Mr. Benedict and he reminds me so much of Dumbledore from Harry Potter. I love Milligan too. He's so sweet!
I think that if you've read the first book, you really should read this one too It's just as exciting and mysterious as the first! I really hope to read the third one soon.
I'd say this is a good book for ages 11 and up, but if someone reads it to them, I think 7 or 8 and up would enjoy it a lot too. :)
" said.

"Both of my kids adored the first Mysterious Benedict Society book so they clamored to have me read them this one, the second, as soon as possible. Luckily enough, Nana & Pop supplied us with a copy. This story takes up a year after the events of the first story. The four kids of the MBS are reunited for what promises to be a fun surprise from Mr. Benedict only to find that Mr. Benedict and Number Two have been abducted by Mr. Curtain and his minions. So it's a rescue mission. I read about a chapter per night to the kids (about 30 minutes of reading) and they were always clamoring for me to read more. Naturally they're keen to read the third book in the series. Good thing a little bird told me that Luke will get it soon as a birthday present. " said.

"Trenton Lee Stewart did it again! The second adventure of The Mysterious Benedict Society is just as clever and fun as the first! In fact, I would say I enjoyed the adventure a bit more, especially since I had a better understanding of Nicholas Benedict and his clever clues.


This adventure starts off as a reunion of sorts for the four child prodigies: Reynie, Sticky, Kate and Constance. However, what had originally been intended on a vacation with a challenging twist, turned into a life-saving mission for the man that brought the four children together.


I truly enjoyed Stewart's further development and exploration of the children's personalities and talents. I felt as though I were watching the four adventurers grow up and discover themselves. Quarrels and squabbles occur between the four of them that make the dynamics of their friendship all the more realistic. Much like siblings, the four truly care about each other, but sometimes their strong-willed temperaments win out over affection.


As an adult, my only complaint, is that I sometimes (okay, most of the time) can't figure out the puzzles until the character explains his or her thought process to the rest of the group. While I find this fact extremely frustrating -- because I'm a grown up ;o) -- Stewart has taken care of this potential issue for more youthful readers. Through the voice of Mr. Benedict, he lets the characters (and the reader) know that we all have special talents. It is through working together that everyone's talents are celebrated and the importance of those talents recognized.
" said.

" This is an ok book that I didn't really like. It is the 2nd book in a series about 4 children that go through a series of adventures. I would recommend this book to anyone who likes mystery books " said.

"Penggemar seri petualangan anak-anak/remaja tentu tidak pernah lupa dengan Lima Sekawan, Trio Detektif, STOP atau Pasukan Mau Tahu. Kehebatan mereka membongkar kejahatan kerap membuat saya (yang ketika itu masih anak-anak) terkagum-kagum. Bagaimana dengan segala keterbatasan yang mereka miliki (sebagai anak-anak yang sering diremehkan), mereka berhasil mengungguli pihak berwajib dalam mengendus keberadaan para penjahat.

Seiring perkembangan zaman, para penjahat tentunya semakin canggih dan semakin sadis. Tak heran jika buku-buku petualangan yang muncul saat ini juga menghadirkan anak-anak yang semakin cerdas dan kuat, bahkan unik. Ancaman dan bahaya yang mereka hadapi hitungannya bukan hari demi hari lagi, tapi jam demi jam bahkan menit demi menit. Tak terbayang jika di sela-sela mengejar penjahat kejam yang cuma memberi waktu sekian hari untuk menyelamatkan seseorang, anak-anak itu masih sempat bersantai di padang rumput sambil minum limun dan makan roti jahe (Jangan salah, saya masih cinta Lima Sekawan dengan piknik-piknik sedapnya!).

Jenis petualangan seperti itulah yang kembali harus dihadapi oleh empat anggota Persekutuan Misterius Benedict. Belum kenal siapa mereka? Baiklah saya perkenalkan lagi. Sticky, bocah penggugup yang ingatannya luar biasa (disebut sticky karena semua yang dia baca langsung menempel di otak); Constance, si jenius berusia tiga tahun yang sering ngambek dan tersinggung (namanya juga anak kecil); Kate, anak perempuan lincah yang paling bisa diandalkan dalam olah fisik dan kecekatan tangan; serta Reynie, bocah cerdas yang paling kalem dan kerap menjadi tumpuan teman-temannya saat menemui jalan buntu.

Dengan perpaduan unik seperti itu, mereka direkrut oleh Mr. Benedict untuk menggagalkan rencana jahat saudara kembarnya, Mr. Curtain, yang ingin menguasai dunia. Jika di buku pertama mereka baru berkenalan, di buku kedua ini mereka diceritakan akan mengadakan reuni, tepat setahun setelah pertemuan mereka.

Sayangnya, rencana reuni yang ditunggu-tunggu itu rusak berantakan karena Mr. Benedict dan Nomor Dua (salah satu asistennya), menghilang. Yang tersisa hanyalah petunjuk dari Mr. Benedict, yang sedianya harus dipecahkan oleh anak-anak itu, sebagai bagian dari rencana reuni.

Melihat situasi yang tidak kondusif, para orang tua tentu tidak mau anak-anak mereka pergi dan mengikuti petunjuk yang ditinggalkan Mr. Benedict. Di sini, penulis Trenton Lee Stewart lagi-lagi menegaskan ide awalnya saat membuat serial Benedict Society, bahwa anak-anak bukanlah makhluk yang bisa diremehkan. Keempat sahabat itu tetap nekat pergi tanpa membawa uang dan perbekalan sama sekali, guna menyelamatkan Mr. Benedict yang sangat mereka sayangi.

Terbukti, kecerdasan dan ketangguhan keempat anak tersebut berhasil membawa mereka dari kota kecil Stonetown ke negara-negara lain di seberang samudera. Mencari keberadaan Mr. Benedict sekaligus menghindar dari kejaran Mr. Curtain dan anak buahnya. Ya, seperti beberapa buku petualangan lain yang beredar saat ini, di buku kedua biasanya para tokoh dibuat meninggalkan negara asal dan menjelajahi negara asing. Jadi lebih berwarna, tentu saja.

Seperti di buku pertama, yang paling saya sukai dari kisah petualangan ini adalah bagian saat mereka harus memecahkan berbagai teka-teki untuk mengetahui langkah yang harus mereka ambil selanjutnya. Namun, hubungan batin di antara keempat anak tampaknya semakin kompleks dan mungkin agak membingungkan bagi para pembaca muda yang terbiasa menemui tokoh-tokoh tanpa pergolakan batin dalam buku yang mereka baca.

Trenton Lee Stewart rupanya memang tidak ragu untuk mengajak pembaca mudanya berpikir, dan tidak ragu pula menuliskannya dalam uraian yang cukup tebal untuk ukuran buku remaja/anak-anak. Stewart juga berkali-kali menggambarkan bahwa orang dewasa tidak selalu benar :) Mungkin itu sebabnya buku ini berhasil meraih beberapa penghargaan penulisan, termasuk 2008 E.B. White Read Aloud Award for Older Readers.

Tanpa mengecilkan tokoh lainnya, di buku ini saya semakin terpikat pada sosok Kate. Gadis berani yang selalu membawa-bawa ember berisi beraneka perkakas ini menunjukkan bahwa keberanian dan tekad kuat selalu bisa menjadi penyelamat. Dia juga ceria dan tidak mudah berkecil hati saat menghadapi masalah. Jadi ingin tahu, kira-kira bagaimana penulis akan mengembangkan karakter keempat anak ini di buku selanjutnya, karena mereka pastinya akan semakin dewasa.

Satu lagi, ilustrasi dan desain kovernya sungguh 'menggemaskan.' Salut untuk Matahati yang berani mengubah ilustrasi asli.
" said.

August 2019 New Book:

You Maybe Interested In Other Reviews:


Hot Search:

endangered species fun facts    toddler dresses    search short stories    simple reading books for kids    kids english stories    the enormous crocodile text    stories with lessons learned    beautiful books for children    endangered elephants facts for kids    facts about the animals    stories that teach a lesson for kids    funny comics for children    best books of fantasy    girls christmas outfits boutique    cute baby clothes stores    veterinary facts and information    designer kids clothes    craft work for preschoolers    endangered amimals    designer childrens clothes